Metropolis  |  14 October 2013

Please Let Me See Your Face – Dua penari Belanda ini tampil memukau [Foto: Yuyung Abdi/JP]

Pergelaran Tari Gerard dan Jazz Bubi Chen SURABAYA – Pergelaran musik jazz Bubi Chen dan penampilan tari karya koreografer Belanda Gerard Mosterd di Gedung Utama Balai Pemuda, Minggu malam kemarin, dibanjiri penonton. Padahal, untuk menyaksikan pergelaran itu, penonton mesti mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, Rp 100 ribu per kursi.

Bubi menyuguhkan musik yang membuat penikmatnya ingin terus menikmati. Sedangkan Gerard menampilkan tari berjudul Please Let Me See Your Face yang bercerita tentang pandangan Timur oleh mata Barat. Tempat duduk penonton diformat jamuan makan malam. Panggung dibuka dengan tari Please Let Me See Your Face. Tarian berdurasi 50 menit ini dibawakan dua penari pria dan wanita, Jerome Myer dan Wendel Spier.

Bercerita tentang misteri Timur di mata Barat, tarian ini diekspresikan tidak hanya dalam olah gerak saja, tapi sekaligus interior panggungnya. Seperti pernyertaan tirai-tirai putih berlapis-lapis sebagai simbol ketertutupan sekaligus kemisteriusan Timur itu. Kemudian ada pula sesi yang menyimbolkan ketertutupan Timur dengan Burqa, cadar penutup muka wanita di Timur Tengah.

“Lewat tarian ini, saya ingin mengangkat tarik ulur antara Timur dan Barat yang hingga kini masih terus berlangsung,” ungkap Gerard. Kata dia, khusus tarian tersebut di persiapkan selama 6 minggu. Tuntas gelar tari, giliran penonton disuguhi musik jazz oleh Bubi Chen bersama Band Virtouso. Bubi mengawalinya dengan permainan solo di atas piano berusia 96 tahun. Meski piano tua, denting suaranya masih terdengar jernih.

“Mungkin ada beberapa bagian yang terdengar agak aneh karena tuanya piano ini,” ungkap Bubi sebelum memulai repertoarnya.

Khusus untuk piano tua dengan berat 5 ton tersebut, butuh 35 orang untuk memindahkannya ke ruangan konser dari ruangan di Balai Pemuda. Selama satu jam, para penonton diajak menikmati alunan musik jazz. Bubi yang telah malang-melintang dalam percaturan musik jazz, baik di dalam maupun luar negeri ini mampu membuktikan, ketika usia beranjak tua permainannya tetap patut diacungi jempol. Di penghujung acara, penonton disuguhi kolaborasi Bubi pada piano dan Gerard pada gitar, bersama mereka melakukan jam session sekitar 10 menit. Begitu lagu selesai, tepuk tangan penonton pun terdengar panjang.  (ani)

0 antwoorden

Plaats een Reactie

Meepraten?
Draag gerust bij!

Geef een antwoord

Het e-mailadres wordt niet gepubliceerd. Vereiste velden zijn gemarkeerd met *