Bali Post  |  21 October 2003

“Please Let Me See Your Face”

TAHUN lalu koreografer Belanda Gerard Mosterd mementaskan “Luminescent Twilight”. Kini seniman ini kembali datang ke hadapan publik Indonesia menghadirkan karya koreografi terbarunya yang berjudul “Please Let Me See Your Face.”

Karya ini dipentaskan di enam kota: Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya dan terakhir di Denpasar, Bali. Di Denpasar pertunjukan ini akan digelar di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya hari ini, Selasa (21/10), pukul 20 wita.

Garapan Gerard Mosterd ini memandang pemakaian topeng dari dua sisi. Di satu sisi topeng bisa dimaknai sebagai simbol leluhur yang mewakili nilai luhur tradisi dan ritual, namun sebaliknya pemakaian topeng dapat mengacu kepada penyelubungan akan kondisi yang sebenarnya dari tiap individu pemakainya.

Please Let Me See Your Face [BP/Ist]

Bagaimanakah media tari dapat menyingkap per- masalahan identitas di balik pemakai topeng?

Aku mau mengenalmu,
tapi aku tak dapat melihat siapa dirimu
Lepaskan segala tata rias dan senyum dari wajahmu
Aku memerlukan kepolosanmu untuk dapat memahamimu
Dari setiap tarikan nafas di kulit wajahmu
Biarkan aku melihat wajahmu.

Sosok itu melangkah ketujuannya
Langsung, tanpa menyembunyikan apa-apa
Sesekali hambatan menghadang,
dan dia menginginkan keterbukaan
Akankah ia melangkah terus
Biarkan aku melihat wajahmu.

Demikian yang diungkapkan tari yang berjudul “Please Let Me See Your Face” garapan Gerard Mosterd dari Belanda. Bersama enam penari, musisi, serta dengan memadukan unsur seni Timur dan Barat yang memiliki ciri khasnya masing-masing, Gerard Mosterd akan menghadirkan ke atas pentas masalah pencarian identitas ini. (*/ita)

0 antwoorden

Plaats een Reactie

Meepraten?
Draag gerust bij!

Geef een antwoord

Het e-mailadres wordt niet gepubliceerd. Vereiste velden zijn gemarkeerd met *