Radar Bali  |  30 September 2005

KOREOGRAFER asal Belanda, Gerard Mosterd bakal tampil malam ini. Karya tariannya Angin dan Kamu/Jij bakal dipentaskan, Jumat (30/9) malam ini, sekitar pukul 20.00 di gedung Natya Mandala, ISI Denpasar.

Tarian yang diperagakan secara tunggal, berdurasi 30 menit ini sempat dipentaskan saat Kaisar Jepang Akihito bertandang ke Belanda, Juni 2000 silam. Waktu itu, Belanda sedang merayakan 200 tahun Ikatan Lalu Lintas Perdagangannya dengan Jepang.

Gerard Mosterd sendiri menyebut tarian ini sempat menyulut amarah demonstrasi di Amsterdam, Den Haag, oleh warga Belanda juga yang berdarah campuran Indonesia, karena memori kekejaman Jepang di era Perang Dunia II. “Makanya kami merasa tertantang untuk membuktikan bahwa generasi muda ingin melupakan kemarahan akibat perang dan mengikat dalam kreativitas artistik yang damai sebagai gantinya,” urainya, saat tampil di workshop, di gedung Natya Mandala, ISI Denpasar kemarin.

Tarian ini mendiskrepsikan secara rahasia ambiguitas sensual di Jawa Timur satu adad lalu, orang Indo Belanda-Indonesia. “Pertunjukan teks kuno berdurasi 60 menit ini akan mengingatkan kita tentang masa lalu, saat ekpresi erotis dianggap alami dan bahkan puitis,” tambah Nyoman Catra mendampingi Gerard Mosterd. (ija)

0 antwoorden

Plaats een Reactie

Meepraten?
Draag gerust bij!

Geef een antwoord

Het e-mailadres wordt niet gepubliceerd. Vereiste velden zijn gemarkeerd met *