Jawa Pos  |  22 Oktober 2009

Surabaya – Selama tiga hari berturut-turut, puluhan siswa dan pengajar Elles School of Ballet siap menghibur warga Surabaya.  Mulai tadi malam (21/10), mereka menampilkan tiga repertoar sekaligus.  Yakni AnastasiaReunion dan Roejak Cingur.  Yang terakhir itu adalah karya Gerard Mosterd, koreografer asal Belanda yang didatangkan khusus untuk show tahunan tersebut.

Suguhan yang tidak hanya menampilkan kisah balet klasik, tapi juga tari kontemporer tersebut berlangsung di Imperial Ballroom Pakuwon Golf & Family Club, Surabaya.  Menurut Aprilia Ekasari, principal Elles School of Ballet, kali ini mereka mengusung muatan sosial.  “Hari pertama untuk anak panti asuhan.  Hari kedua dan ketiga untuk umum.  Tapi, penjualan tiket disumbangkan untuk korban gempa,” katanya.

Diantara tiga repertoar tersebut hanya Anastasia yang menampilkan balet klasik.  Sementara itu, Reunion merupakan karya Linda Josephine Leowinata, pendiri Elles Ballet yang kini bermukim di Kanada.  Repertoar tersebut menceritakan kembalinya seseorang ke tempat asalnya setalah bertahun-tahun pergi.  Kisah itu terinspirasi perjalanan hidup Linda.

Yang paling menarik adalah Roejak Cingur karya Gerard.  Sebab yang ditampilkan berupa tari kontemporer. “Tari adalah gerakan seluruh badan, itu yang saya tampilkan di sini.” ujar pria blasteran Indonesia dan Belanda tersebut. Dia memang terinspirasi makanan khas Surabaya tersebut karena semua bahan dijadikan satu.  “Seperti tari saya yang mencampurkan semua gerakan,” jelasnya.  (any/ayi)

0 antwoorden

Plaats een Reactie

Meepraten?
Draag gerust bij!

Geef een antwoord

Het e-mailadres wordt niet gepubliceerd. Vereiste velden zijn gemarkeerd met *